Semu




Rahmatul Ummah
-

Kiwari, segalanya bisa menjadi samar. Bayangan bisa dianggap sosok 'sebenarnya' daripada sosok yang 'asli'. Penjelasan soal kebaikan seolah-olah adalah kebaikan. Kawan bisa diposisikan sebagai 'lawan', sedang lawan terkadang diperlakukan sebagai kawan. 

Tak perlu rumit dan pusing mencari contoh, ada banyak 'penantang' yang diposisikan sebagai 'lawan' tanding, paslon 'palsu' dalam perhelatan demokrasi lokal, buzzer yang sengaja dilatih menyerang untuk menaikkan citra, memukul seakan 'penuh amarah', tetapi pada bagian-bagian yang sengaja telah dilindungi, manusia-manusia 'terlatih' yang diperintah berteriak-teriak 'soal isu penting' hanya untuk menyembunyikan 'isu-isu yang lebih penting', sekadar menyebut beberapa misal. 

Buram! 

Di saat seperti iniah kita mesti menyadari betapa penting membaca; bukan sekadar mengeja huruf dan angka, tetapi di bagian paragraf mana kita telah 'ditipu', di titik alinea keberapa kita telah dibelokkan. Penting pula meletakkan tanda tanya pada setiap sikap, pada siapa periuk kita bertuan? Sebelum akhirnya kita memberi spasi pada rutinitas, membiarkan suara hati bicara pada gelap dan keheningan... 

Tabik

0 Comments:

Posting Komentar